Cpx24.com CPM Program

Selasa, 14 Mei 2013

Buku INFO OBAT INDONESIA (IOI)  di susun & diterbitkan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada para profesional kesehatan & masyarakat umum mengenai referensi praktis obat jadi, obat herbal & suplement yang beredar serta memiliki izin edar di wilayah  Indonesia.

Pengelompokan sediaan obat, obat herbal & suplemen secara detail serta penyajian informasi secara singkat tanpa meninggalkna kelengkapan & objektivitasnya, Buku IOI lebih praktis dalam penggunaan & lebih tipis.

Buku IOI cakupannya lebih luas, Pengelompokan produk lebih detail, Informasi substantif yang seimbang, Lebih ringkas tetapi lengkap & objektif, Memudahkan penelusuran referensi tambahan.



Harga Rp. 85.000 (blm ongkir)
Hub : Hanum 083899791938, 02199991921  

Buku IOI disusun oleh tim dengan keanggotaan yang berlatar belakang berbagai disiplin ilmu yang terkait (apoteker, dokter, ahli kimia & lainnya) disertai berbagai pengalaman dalam pekerjaan & jabatan masing-masing. Latar Belakang pendidikan, profesi & pengalaman dalam pekerjaan & jabatan telah meningkatkan kecermatan & keseimbangan muatan substansial dalam buku IOI, Terdiri dari 572 halaman.

Drs. Ketut Ritiasa, Apt sebagai ketua tim penyusun IOI memiliki pengalaman lebih dari seperempat abad dalam penyusunan dan pengelolaan penerbitan buku sejenis (Buku ISO Indonesia). Sebagai : 

- Mantan Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik 
- Mantan Direktur Obat Asli Indonesia dan mantan Direktur Inspeksi dan Sertifi kasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) serta
- Mantan Kepala Sub Direkrorat Perizinan Obat Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan (Ditjen POM)

Tidak diragukan bahwa ia memiliki banyak pengetahuan dan pemahaman mengenai regulasi di bidang obat, obat herbal (obat tradisional, obat asli Indonesia), suplemen makanan dan kosmetik, termasuk pemahaman dan pengalaman dalam melakukan evaluasi data pendaftaran produk obat tradisional (obat herbal), suplemen (suplemen makanan, suplemen kesehatan, dietary supplement) dan kosmetik.

Drs. Bahdar Johan Hamid, Apt, M.Pharm  saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM, sebelumnya menjabat sebagai salah satu Direktur pada Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI. 

Peran penting Drs. Bahdar Johan Hamid, Apt, M.Pharm sebagai anggota tim penyusun IOI, antara lain secara terus menerus menjaga agar muatan IOI senantiasa berada pada rel regulasi yang berlaku di Indonesia.

DR. Gatot Trimulyadi Rekso, M.Si  - sebagai ahli kimia dan peneliti senior di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berperan dalam menyaring informasi mengenai penelitian di bidang obat, obat herbal dan suplemen yang dimuat dalam buku IOI. 

Made Astri Karniani, S.Si  memiliki pengalaman sebagai editor pada salah satu penerbit ternama di Indonesia. Buku-buku pelajaran sebagai hasil penyuntingannya dijual di berbagai toko buku di Indonesia.  

dr. Laina Sakina Yuli Astuti  memberi bobot pada materi, khususnya dalam aspek yang terkait dengan penatalaksanaan penyakit.
Mengapa memilih buku Info Obat Indonesia...? 

Buku IOI disusun dan diterbitkan beranjak dari pengalaman Drs. Ketut Ritiasa, Apt dalam menyusun buku ISO Indonesia sebanyak 41 edisi dalam kurun waktu sekitar 27 tahun, mulai dari edisi ke-1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa buku IOI merupakan pembaharuan dari 41 edisi buku yang dimaksud. Selain itu, buku IOI disusun dengan memperhatikan perkembangan pola pengobatan sejalan dengan terjadinya perubahan pola penyakit.

Masalah kesehatan cenderung semakin kompleks, di mana penderita penyakit degeneratif semakin meningkat sebagai dampak dari perubahan lingkungan dan perilaku hidup manusia. Dalam pada itu muncul penyakit infeksi baru, di saat penyakit infeksi yang telah dikenal lama belum juga dapat diatasi secara tuntas.

Kami penyusun dan penerbit buku IOI tergerak untuk merespons perkembangan tersebut dengan memperhatikan aspek-aspek terkait, termasuk resolusi-resolusi  World Health Assembly (WHA) terutama resolusi 24 Januari 2003 serta buku panduan dan strategi  World Health Organization (WHO) dalam pengembangan dan pemanfaatan pengobatan tradisional sebagai pelengkap (komplemen) maupun alternatif dari pengobatan modern. 

Dengan berbekal pengalaman puluhan tahun dan kepakaran dari anggota tim penyusun, telah diterbitkan buku IOI sebagai pembaharuan dan perluasan cakupan produk dari buku-buku sejenis dalam bentuk yang lebih mudah digunakan. 

Selain memuat info ringkas mengenai sediaan obat kimia (obat nama dagang dan obat generik), juga memuat info ringkas sediaan obat herbal dan suplemen secara selektif,  yaitu obat herbal dan suplemen yang telah didukung oleh bukti ilmiah/klinik mengenai keamanan dan khasiat/manfaatnya. Profesional kesehatan atau pembaca yang telah memilih menggunakan buku IOI mengakui bahwa buku IOI memiliki perbedaan yang sekaligus merupakan kelebihan dibandingkan buku-buku sejenis lainnya. 

Akan terbit Buku Info Obat Indonesia Edisi 4 .... 

Untuk Buku Info Obat Indonesia Edisi 4 (IOI Ed.4) mengalamai keterlambatan dalam penerbitannya akibat pergantian manajemen & penerbit. Untuk selanjutnya buku IOI Ed. 4 akan diterbitkan & dikelola oleh penerbit Parama Abhipraya. Buku IOI Ed 4 akan terbit & diedarkan beberapa bulan ke depan, untuk pastinya akan kami beritahukan